Bisnis mlm syariah terbaru menurut islam terbaik di 2021

Bagaimana Hukum Bisnis MLM dalam Islam? Inilah Ulasannya

Bisnis MLM atau multi level marketing memiliki beberapa skema yang menguntungkan bagi atasan, dan bisa jadi merugikan untuk bawahan jika ditilik dari beberapa sisi. Menurut Islam sendiri, ada beberapa keputusan yang dijelaskan oleh NU, yang merupakan salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia. 

Hukum Bisnis MLM Menurut Islam

Skema piramida dalam bisnis MLM menurut islam hukumnya haram jika upline diuntungkan dan downline dirugikan. Mengapa demikian? Hal ini didasarkan pada kitab Az Zawajir juz 2 halaman 132 dan juga kitab Ihya Ulumuddin juz 2 halaman 76 yang menjelaskan bahwa skema piramida akan menguntungkan bagi yang di atas dan merugikan yang bawah. 

Namun, perlu digaris bawahi bahwa yang haram di sini adalah jika MLM tersebut hanya berfokus dalam pencarian mitra. Karena ini tentu berkaitan dengan money game. Sehingga, hal tersebut tidak dibenarkan. Adapun yang menjadi titik beratnya adalah barang yang dijual hanya menjadi alasan pencarian mitra saja. Inilah yang sangat tidak benar menurut Islam. 

Bisnis MLM yang Diperbolehkan Menurut Islam

Meskipun MLM menurut Islam ada yang berhukum haram karena menyerupai money game terselubung, namun ada pula multi level marketing yang mendapatkan izin dari Majelis Ulama Indonesia atau MUI. 

Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PLBS) adalah istilah yang digunakan untuk MLM syariah di Indonesia. Penjelasan tentang PLBS dijelaskan langsung oleh Sofwan Jauhari, selaku Anggota Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia. Jadi, untuk mendapatkan sertifikasi syariah terdapat beberapa aturan yang wajib dipenuhi pemilik MLM. 

Misalnya aturan tentang aktivitas karyawan, apakah mereka menjalankan syariat Islam atau tidak. Kemudian, soal barang yang dijual wajib halal dan bermanfaat bagi umat. Money game juga tidak boleh ada pada skema MLM berbasis syariah. Adapun bonus jumlahnya tidak boleh berlebihan. Sehingga tetap setiap orang bekerja, meskipun mendapatkan keuntungan dan passive income

Bisnis MLM Skincare Kini Banyak yang Sudah Berbasis Syariah

Dalam perjalanannya, Nu Skin merupakan bisnis skincare yang telah memiliki sertifikasi halal. Kemudian, untuk MLM Oriflame sendiri sudah legal di Indonesia, dan menjadi salah satu dari 8 MLM yang paling banyak memiliki member. Karena kedua produsen ini memang berfokus dalam mengedukasi customer dan menjual produk bermanfaat, maka jika Anda ingin bergabung di dalamnya maka keamanannya cukup terjamin. 

Tips Memilih Bisnis MLM 

Selain aturan yang telah ditetapkan secara syariat Islam, terdapat beberapa tips memilih bisnis MLM yang dapat Anda lakukan. Misalnya, pelajari dulu apakah menggunakan skema piramida atau tidak. Jika ya, maka sebaiknya pertimbangkan kembali untuk bergabung pada multi level marketing tersebut. 

Kemudian, pelajari pula manfaat produk MLM tersebut. Apakah benar-benar Anda butuhkan atau tidak. Karena akan lebih baik jika Anda menjual barang yang dipakai sendiri dan dirasakan pula manfaatnya. Dengan demikian, produk yang baik seperti skincare, suplemen, atau makanan akan sangat recommended apabila dicoba terlebih dahulu. 

Memilih bisnis MLM terbaik juga bisa dari review para pengguna atau membernya. Adapun 8 nama MLM yang banyak memiliki member di Indonesia antara lain Tiens, Amway, Herbalife, Tupperware, Young Living, Jeunesse Global, dan juga Oriflame. Ada yang bergerak di bidang kesehatan, kecantikan, dan juga kemasan produk ramah lingkungan. 

Apabila Anda ingin bergabung dengan bisnis MLM terbaru, maka bisa memilih jenis yang sudah legal di Indonesia. Kemudian, pelajari sistemnya dan pastikan tidak ada pihak yang dirugikan. Akan lebih baik jika MLM tersebut berfokus pada penjualan produk dan memiliki mitra hanyalah tambahan untuk memperluas jaringan saja, bukan fokus utama. 

Inilah perbedaan antara MLM yang sehat dan tidak sehat. Maka, Anda tinggal memastikan bahwa kini apapun penawaran yang mungkin diterima, tetap harus dilihat latar belakang serta apa saja yang mengikutinya. Bagaimana aktivitas karyawan, bagaimana harga dari produk tersebut, serta bagaimana cara mendapatkan uang. Apakah hanya berfokus pada bonus dan passive income, atau sebaliknya, berfokus pada penjualan produk, edukasi customer, dan memanfaatkan untuk diri sendiri serta orang lain?